Sabtu, 21 April 2012

Catatan Hitam SiArdo

    Dia menangis pilu, tak tahu harus berbuat apa ketika cinta juga menolak kehadirannya, dengan alasan yang tidak memungkinkan.Bahkan sangat tidak menginginkan akan kehadirannya, Lina yang begitu polos pasrah akan keputusan Ardo, untuk mengugurkan janin yang kini ada dalam perutnya. ketika kehadirannya dianggap sebagai beban.
**Kisah sebelumnya..**
 Ardo adalah seorang maha siswa Trisakti yang mengambil jurusan Manajemen Informatika, Dia adalah seorang pelajar yang teladan. Memiliki jiwa belajar yang tinggi. Karena kejeniusannya dia banyak disukai cewek-cwek kampus. Tampan sih enggak, dibilang jelek enggak juga. Tapi mungkin karena kelebihannya tersendiri yang membuatnya banyak penggemar.
   Saat itu Ardo yang sedang berada ditempat tinggalnya telah kedatangan seorang tamu Luna namanya. Ardo mempersilahkan Lina masuk, sebelumnya Ardo tidak menduga bila temannya Lina akan berkunjung ketempatnya. keduanya saling mengobrol diruangan itu, dan maksud dari kedatangan Lina adalah ingin belajar bersama Ardo ang jenius. Namun tujuan seperti berubah haluan, ketika saat mereka bertatapan mata, panah asmara seakan elah menancap dalam dada seiring tatapan itu.  Ardo dan Lina tenggelam dalam buaian asmara dan tak dapat dihentikan. Dan semua terjadi seperti begitu saja dan mereka menikmatinya tanapa ingin menyesal.
  Seiring waktu yang terus berganti, mereka sering melakukanya ditempat itu. Hingga suatau ketika Ardo pun mendapatkan kesempatan berkencan dengan SiPutri, Waktu itu Putri mengajak jalan Ardo dimalam minggu, Entah angin apa yang membawa mereka sampai kekamar hotel. Lagi-lagi Ardo dapet menikmati malam minggunya bersama cewek yang cantik. Dan semua itu membuat Ardo berfikir, Alangkah indah dan begitu mudah untuk menggait semua cewek-cewek dikampus.
  Hasrat untuk berkenan dengan semua cewek terkabul. Memdu cinta dan asmara telah menjadi santapan setiap hari.
***
  Hingga pada suatau hari Ardo mendapatkan pesan singgkat dari SiLina," Say...gue mau ketemu ma loe penting banget. sekarang" Karena Lina adalah bagian dariwanitanya, Ardo pun menuruti keinginan Lina untuk bertemu dengannya. Ditemuinya Lina disebuah kamar, Dilihatnya adasesuatu yang lain pada diri Lina, Matanya berkaca-kaca.
" Ada apa Lina kok kamu gak seperti biasanya seperti ini, kamu sedang sedih ya..?
" Aku takut Ardo.."
" Takut kenapa.?
" Ardo gue hamil.."
" Ha...!.. Oh my God..."
" Kok bisa sih ..Lin....."
" Ardo... kok loe..."
" Iya kenapa kok loe..gak....OH...h.."
" Trouble....Lina...Trouble..."
" Ardo kok kamu malah menyalahkan aku seperti itu."
" Buka aku menyalahkan kamu , Ternyata kamu terlalu polos, and bego banget."
" Oh..... Ardo...gue makin gak ngerti ya dengan ucapan loe..., asal loe tahu aja, Janin diperut gue adalah anak loe..!
" Gue tahu Lina...., maksud gue kenapa sebelumnya kamu gak jaga-jaga sih, supaya kamu gak hamil, kalau sudah begini bagaiman coba?
" Lho.... kok loe balik nanya gue, gue panggil loe karena gue minta pertanggung jawaban dari loe. Sebagai ayah janin yang gue kandung, kenapa...? keberatan loe emang..?
" Bukan begitu Lina..., tapi posisi kita saat ini tidak mungkin Lina.."
" Tidak mungkin gemana? Waktu kita melakukannya mungki-mungkin saja."
" Kmu mau lari dari tanggung jawab ya Ardo? Terus loe gak suka. Dengan keadaan gue yang sekarang ini loe gak mau tanggung jawab begitu!? Lina terisak dalam tangis.
" Buka begitu Lin...., kita masih terlalu muda untuk menikah , lagian kita kuliah semester paertama belum kelar, Emang kamu mau menikah dengan keadaan seperti ini?
" Kamu bener Ardo.., Tapi gemana dengan Bayi yanggue kandung ini..?
" Begini Lina.., kalau kamu emang sayang aku, Baiknya kamu gugurin aja janin itu."
" Ha....! digugurin..., Loe gak salah ucp Ardo..?
" Emang loe mau, kuliah dengan perut membuncit, apa kata teman-teman, belum lagi jika orang tuaku orang tuamu tahu pasti mereka kecewa berat, atas kejadian ini. pikir smart sedikit dong Lin.."
Lina pun tertunduk. Ardo pun menggapai tangan Lina.
" Lin....aku mencintaimu dan sangat mencintaimu, Aku berjanji, setelah kita menyelesaikan kuliah aku akan menikahimu. Tapi sekarang pliz...demi nama baik kita gugurin janin itu Lin....Ok..?
Dipandangnya wajah Ardo dalam-dalam, seribu kekawatiran terlihat diwajahnya.
Eantah apa yang dipikirkan Lina, wanita itu pun mengangguk dalam tangisan. Senyum ceria pun terpancar diwajah Ardo.
" Nah...gitu dong cantik.."
Lina makin menangis menderu.
                          Sekian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar