Minggu, 06 Mei 2012

TERBUAI CINTA YANG SEMU

        Gadaikan Cinta Seharga Pulsa...

       Edisi  Kisah Nyata yang Keterlaluan.com
 
  Energi emosi yang kuat telah mempengaruhi daya berfikirnya, dan sangat mudah menembus dinding-dinding keimanan yang tipis. Nafsu pun berkuasa dan tak menghiraukan suara hati kecil yang berbicara. Sari pun kini merancang berbagai cara supaya dia bisa keluar menemui si bang-bang.
  Saat itu sehabis makan siang bersama sang kakek, Sari segera membereskan meja makan dan dapur, setelah selesai Sari memotong buah untuk disajikan sehabis makan siang atau sebagai pencuci mulut. Dan buah yang sudah dipotng pun disajjikan dihadapan akong.
" Akong che sweko.." tawaran sari dengan manis.
" Hao a.., ni ye che..a" balas akong.
" Akong wo yau chi inni tien may isyie tungsi keyi ma..?
" Hao , keyi a.,"
  Dengan senangnya Sari mendapat izizn dari sang akong. Setelah akong berbaring dikamar, dia pun berkemas untuk keluar. Berlahan Sari mengambila sebuah HP yang dia simpan dibalik kantongnya, dan kemudial mendial nomer bang-bang. Terdengar disebrang suara menjawab.,
" Hallo..hallo..,
" Bang-bagn wo sien cai yau chu chi le..," setelah mengahiri kata-katanya Sari menutup HP-nya.
  Sari pun segera bersiap-siap dan berbena diri, setelah ganti baju dan merias wajahnya, Sari pun bergegas keluar rumah majikan. Diambilnya sepatu kesayangannya yang disimpan dirak sepatu depan. Baru beberapa langkah Sari berjalan, terlihat bang-bang disebrang dengan sepeda motornya. Setelah jarak mereka makin dekat, ia mengisaratkan kepada Sari untuk berjalan hingga diujung jalan yang terlihat agak sepi. Dan sesampainya Sari dipenghujung jalan itu, Sari berhenti dan menoleh kearah belakang, dan bang-bang menyusulnya dari arah belakang. Bang-bang menghentikan sepeda motornya, dan diambilnya sebuah helm dari balik bagasi motornya dan diberikan kepada sari. Tak lama kemudian motor bang-bang melaju melintasi jalan raya dan membawa Sari pergi.
" Woyau chi inni tien.." tukas Sari.  Tak ada jawaban dari bang-bang.
  Setelah 10 menit melintas dijalan raya dia mengurangi kecepatan sepeda motornya, dan berhenti didepan toko indo. Setelah masuk kedalam, sambutan hangat dari pemilik toko pun menyapa mereka,
" Hallo...mbak apa kabar.? mau cari apa ya mbak.., Kurs 307 loh.., Lanjut pemilik toko itu. Namun Sari hanya terdiamm endengar ucapan pemberitahuan dari pemilik toko itu, Dia terlihat sibuk akan penelusurannya kan barang-barag yang akan dia beli. Biskuit, kopi, Kosmetik, dan majalah kesukaannya dikumpulkannya dimeja kasir,
" Mbak.. sudah nih.., Oya mabak kartu ifunya 2 " lanjut Sari.
  Pemilik toko itu kemudian mengambil dua lembar katru telepon dari balik laci mejanya, setelah dihitung total belanja Sari sekitar 1800 NT lebih. kemudian Sari membuka dompetnya hendak membayar semua barang yang akan dibeli, tapi dari arah samping bang-bang sudah menyodorkan uang 2000 NT kepada pemilik toko.
 " Wah..., laupannya baik banget..," puji sang pemilik toko.
  Sari tak menjawabnya, begitu juga bang-bang yang tak mudeng akan ucapan pemilik toko, Sari yang sengaja diam saja karena takut bila ketahuan orang lain bahwa bang-bang itu sebenernya bukan majikannya, melainkan gebetannya . Dalam hati Sari berkata" asyik juga ya kalau belanja ada yang bayarin, gak perlu keluar duit sendiri" :)
  Setelah menyelesaikan pembayaran, mereka pun pergi meninggalkan tempat itu, dan bang-bang pun melaju sepeda motornya dengan cepat, membuat Sari mau tidak mau harus berpegang dengan kuat. awalnya dirangkulnya pinggangnya, itu saja kok.., terus disandarkannya wajahnya di punggung itu saja kok..,motor yang melaju cepat pun berlahan melaju pelan, dan kemudian memasuki gang yang agak sepi. Beberapa saat kemudian motor pun berhenti, Sari pun segera turun.
  Dipandaninya sekitar tempat itu, tampak sebuah taman taoi terlihat sepi. Dilihatnya bangku-bangku ditaman yang kosong tanpa ada yang duduk mengisi. Berlahan Sari melangkahkan kaki dan melihat-lihat sekitar tempat itu, semakin Sari melangkah semakin dia sadari, bahwa saat itu dia sedang berada disebuah bukit,. Trelihat pemandangan dari jauh tampak rumah-rumah yang terlihat kecil dan birunya air laut yang tampak dari kejauhan.
" Hey...womwn sien cai chai san-sang a...?
" She a.. you mey you phialiang..? chai celi mei you ren a.., ni kuo lai hao pu hao." bang-bang yang sedang duduk pun memanggil Sari. Sari  pun mendekat.
' Celi seseme tipang a..?
" wo kau su ni , ni ye ting putung."
Dia meminta Sari untuk duduk disebelahnya, pandangan matanya tak berkedip kearah Sari perempuan yang berwajah mungil yang duduk disampaingnya. Perlahan tangannya pun mulai beraksi. Dengan reflek tangn Sari pun menahannya. PLAK.....!
" Eh......, ni suo ni tang wote nibengyou, na wei semo ceyang ce ne...? ( kamu bilang kamu jadi pacarku kok begini sih..) lalu didekatkan wajahnya kewajah Sari, saat dia ingin mencium bibir sari, dari belakang suara telah mengejutan mereka.
" Siau cie pu hau ishe, ni men you kan tau you i ke sien sen chai fucin ma..?"
  Hati bang-bang kini makin kesel. Gemana tidak, sudah dijawab tidak tahu eh.., perempuan itu bukannya pergi malah ikut duduk debelakang mereka.
  Tidak ada pilihan lain bang-bang pun mengajak Sari untuk menngalkan temat itu. Setelah beberapa saat melaju sepeda motornya, sepeda motor itu kembali berhenti dibawah sebuah pohon yang rindang dipinggir jalan.
 Sari pun turun dan berdiri disamping motor, dia pun mendekati Sari. Entah apa yang dia rasa sepertinya nafsunya makin naik ketinggkat tinggi. Hingga tak perduli dengan tempat dimana saat ini mereka berada..
  Tangannya pun kembali beraksi, tapi belum sempat angannya menyentuh sasaran lagi-lagi suara pemuda asing mengejutkannya dari belakang. " Hey...nimen chai kammaa...? ( hey..kalian lagi ngapain..). Saking terkejut dan tanpa waspada, kaki bang-bang nempel dibagian kenalpot samping yang tanpa cover. membuat bang-bang terjingkat-jinkat kepanasan. "Ouhgg.......auh..hau thang..! hau thang..! jerit bang-bang sambil meringis dan terlihat tanda merah dikaki bang-bang.
" Oh....kani ni a...," lagi-lagi dia mengumpat tak jelas dan menyebalkan. Sari yang melihat tingkahnya hanya tertawa terpingkal-pingkal. sambil menutupi mulutnya dengan tangannya supaya gak kelebaran, habis tinggkah bang-bang menggelikan banget dech...
  Kali ini bang-bang memutuskan untuk pulang saja, karena gak mau kisahnya makin sial. dalam perjalanan pulang Sari memberikan simpatinya atas musibah yang mencidrai kaki bang-bang.
" Hen thung ma...?"
 " Tangran a.., ni khan, i hou huei tuo phi le..'
" Nah.., cemepan..? lanjut sari.
" Liang pan na.., " jawab bang-bang sebel, karena hasratnya belum sempat tersalurkan, dan penuh ujian.
  Kini mereka sampailah disebuah gang yang sepi dekat tempat tinggal majikan Sari. Sari pun turun dari motor dan menyerahkan kembali helmnya kepada bang-bang.
  Kemudian dia merogoh kantongnya dan diambilnya uang seribu NT, lalu diberikan kepadaSari, tentu saja sari segera menerimanya. Dalam hatinya gembira sekali udah dibelanjaain dapet duit lagi ..Ooppsstt....cewek matre tinggkat akut..! Sari pun seperti makin gela hati.
  Sesampainya ia dirumah majikan, akong sepertinya masih tertidur, sari mengambil segelas air minum dan ditennguuknya beberapa teguk air, dalam hati sari berkata" Enak juga ya kalau dapet seseran. Uang gajiku bisa utuh. Dan aku bisa belanja tanpa keluar sepeser uang pun. Hm.., penghematan besar-besaran nih..."

Edisi penulisan kisah seseorang tanpa izin, he..he..siap didupak.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar